Review Tech in Asia Dev Talk – Jakarta

Nah kebetulan ada topik menarik nih yang mau saya bagi nih buat logbook reader. Kemaren tepatnya pada tanggal 17 Des 15, saya dan seorang teman diundang untuk mengikuti event yang dinamakan dengan Dev Talk Tech in Asia. Kebetulan teman saya ini di tunjuk sebagai Dev Expert untuk sharing pengalaman tentang development diacara tersebut, nih orangnya nih kalau mau ngepoin tentang dev expertnya, @AlySangadji

Header - Dev Talk TIA Jakarta

Oke kita kembali ke topik, di event ini sesuai informasi yang ada di techno updatenya Tech in Asia, bahwa setiap developer membutuhkan yang namanya best practice.

Best practices bisa dikatakan sebagai cara terbaik dan paling efisien untuk menyelesaikan suatu tugas atau permasalahan. Best practice ini juga bisa menjadi standar yang bisa digunakan oleh berbagai pihak jika diperlukan penyelesaian masalah untuk kasus yang serupa. – Tech in Asia

Nah maka dari itu diadakan acara sharing developer expert dengan developer lokal buat saling berbagi pengalaman selama pengembangan aplikasi mobile. Lokasinya disini nih :

Google Developer Expert

google-developers-expertsPembicaranya pertama kali adalah dari GDE (Google Developer Expert) Indonesia, yaitu: Sidiq Permana. Sidiq menjelaskan tentang pengelamanya bersama GDE lainnya saat mengikuti Google Dev Summit 2015. Yang saya tangkep sih dia ngejelasin tentang optimasi Android Emulator dan fitur terbaru yang ada di Android Studio 2.0 yaitu Instant Run. Selain itu dia juga menceritakan tentang akusisi Google untuk Geofire dalam implementasi real time tracking contohnya pada sebuah mobil, cek demonya disini nih: https://geofire.firebaseapp.com/sfVehicles/

GDE yang kedua yaitu Ibnu Sina, tapi waktu di GITS sih saya biasanya manggil kang ibun :D. Dia bercerita tentang penerapan multi OS di Android, gampangnya kita bisa buat aplikasi iOS di Android Studio, gak percaya? Liat nih… 😀


Aplication Development Manager, OLX Indonesia

OLXSelanjutnya penjelasan dari perwakilan Aplication Development Manager OLX Indonesia yaitu bapak Nurendratoro tentang design pattern yang diimplementasikan OLX dalam teknologi company OLX. Design pattern yang diterapkan adalah Model View Presenter dan juga Viper. Mungkin dilain kesempatan akan kita bahas lebih detail tentang Design Pattern ini.

 


hires-toped-tokopedia-mascot-newTokopedia

Perwakilan pertama dari Tokopedia untuk divisi Android Technical Lead, Tokopedia yaitu Riko Harisin dan Tinito. Mereka menjelaskan permasalah yang sering terjadi pada aplikasi Android Tokopedia dan bagaimana menyelesaikannya.

Problem #1 – Images

Karena hampir semua konten yang ada di aplikasi tokopedia adalah images/gambar. Maka hal inilah yang menjadi permasalahan serius yang harus ditangani, seperti error message yang muncul berupa

  • OOM : Out Of Memory,
  • Kualitas gambar terlalu besar,
  • Tidak adanya optimasi gambar sehingga mengakibatkan Apps Crash.

Analisa pertama yang dilakukan tim Android Tokopedia adalah :

  • Screening play store reviews,
  • user crashlytics & monitoring,
  • Using MAT and Time Profilling in Xcode.

Dan solusi yang dilakukannya adalah :

  • Reduce image size from API
  • On Demand Resizing (Thumbor)
  • Use well-known images libs : Picaso, Glide
  • Webp
  • Limit cache size

Problem #2 – ANR

Mungkin sudah menjadi masalah umum untuk setiap aplikasi Android pernah mengalami yang namanya crash aplikasi. Nah Problem ini jugalah yang di alami pada aplikasi Android Tokopedia:

  • Keep freez & crash
  • Heavy task on main thread : Calling API
  • Crash Review ..!!

Untuk itu dilakukan analisa berupa:

  • ANRWatchdog + Crashlytics for Anrdoid
  • Google Analytic for iOS
  • Monitoring playstore review

Dan solusi yang dilakukan adalah dengan:

  • Asynctask any task, can block the process : Async Task Block
  • Observable

Problem #3 – Push Notification telat

Problem :

  • Nyampenya lama,
  • Cron job as the backbone,
  • call push notif without cron job.

Solusinya :

  • Nodejs + Redis pub sub,
  • publish data to redis & forget it,
  • hoshizora.

Oya, tokopedia juga berencana berbagi teknologi yang digunakan untuk pengembangan seperti framework di repository ini nih: github.com/tokopedia.


Gojek

WP_20151217_002

Perwakilan Gojek yaitu Bapak Hianto, Bherly, & Rama. Mereka bercerita apa saja tool yang mereka gunakan untuk bisa membuat aplikasi yang bernilai jutaan dollar. Oke kita mulai saja dari sisi

Frontend :

  • Android,
  • Swift,
  • A js,

Backend :

  • Java:sprint,
  • mysql,
  • Jruby,
  • PostgreSQL,
  • Go,
  • NodeJs,
  • mongoDB,
  • elastic : untuk pencarian lokasi,
  • redis : penyimpanan,
  • percona server,
  • haproxy : mengatur jalur request,
  • skala.

Lainnya : New Relic, Crachlytic, Bitbucket, Jenkis, Google Cloud Platform, amazon web service.

Problem yang sering mereka hadapi dalah dari sisi database dan server, antara lain:

  • High load query in DB : optimize query, caching, move search logic to elasticsearch.
  • Massive Request API : HAProxy + LB Cache
  • Centralized DB : Scalling with Persona(Cluster DB)
  • Lack of Documentation : simple documentation for setup project

Android Tips

  • Create Module Project for BaseLibrary (Assets, Network, Model, Util) 1 for all
  • Retrofit for network calls

iOS Tips

  • Swift
  • Realm : replacement for SQLite & Corea Data

 

Well mungkin cukup sekian review eventnya guys, walaupun masih banyak yang belum tercatat tapi semoga ini bermanfaat. Detail persentasinya bisa dilihat disini.

Iklan

Good People write good comments ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s