Tour de Sukabumi – Curug Sawer & Danau Situ Gunung

Ceritanya bermula setelah jum’atan saya dan seorang teman sebut saja namanya Aly menuju ke lokasi tempat makan terdekat untuk makan siang. Obrolan santi pun dimulai, tiba-tiba obrolan lari ke rencana touring dan berencana untuk silahturahmi ke rumah teman yang ada di Sukabumi.

Screenshot 2016-05-08 23.03.17Dan uniknya, tanpa berpikir terlalu lama kami langsung berangkat, nah sepertinya memang sudah menjadi pola kalau perjalanan yang tidak direncanakan lebih lama biasanya lebih suskes berjalan ketimbang perjalanan yang direncanakan terlalu lama. 😀

Sore itu, kami menggunakan 2 motor untuk touring dari Jakarta ke Sukabumi. Emang terhitung konyol sih, disaat long weekend begini yang pasti macetnya bisa 2 kali lipat, kami malah touring ke lokasi yang jaraknya lumayan jauh ditambah macetnya. Biasanya hanya memakan waktu 3 – 4 jam paling lama. Tapi tetap aja, kekonyolan itu kalah dengan semangat touring kami, hehe.

Start jam 3 sore dari Jakarta Selatan, kami langsung tancap gas ke sukabumi dengan perlengkapan touring secukupnya. Target yang dituju pertama kali adalah tempat istirahat dirumah teman. Sampai dilokasi udah malam, yang memakan watu 6 jam kurang lebih. Sesuai rencana, saya berdua ditambah teman yang sukabumi langsung menuju trip ke Curug Sawer dan Danau Situ Gunung.

Kami berhenti sesat dipinggir jalan untuk melihat view indah nan segar ini. Setelah di buat buyar dengan kemacetan jalanan yang terbayarkan dengan nikmat Tuhan ini.

Sukabumi Trip 1

Track menuju curug yang begitu tentram ini menghilangkan semua rasa panas, lelah, dan kesal selama perjalanan. Yang biasanya kicauan burung sudah jarang terdengar di kota-kota besar, disini menjadinya surganya kicauan burung.

Hutan Curug Sawer
Track perjalanan menuju curug

Dan akhirnya suara jatuhan air membuat langkah kaki menjadi lebih cepat karena rasa penasaran kepada curugnya, dan ….

Curug Sawer 1
Coba tebak, siapa yang liat curug, siapa yang liat si tetehnya ?, hehe 😀

FYI, Kawasan Curug Sawer  berada pada ketinggian  antara 900 -1300 mdpl. dengan curah hujan berkisar antara 1.500 – 4.500 mm per tahun, nah makanya airnya cukup deras, sehingga dilarang berenang kebagian tengahnya.

Curug Sawer 2
Segar cuyyy ..

Konon, semua rangkaian Curug Sawer  tersebut tercipta setelah seorang sakti yang tinggal di kaki gunung Ciremai, yang merupakan leluhur masyarakat Argalingga, menyelenggarakan upacara Saweran di sungai Cipada untuk mendapat berkah Tuhan bagi dirinya dan semua keturunannya. Selanjutnya, ia bertapa selama bertahun-tahun hingga wafat. Menurut cerita yang beredar di kalangan masyarakat, jasad pertapa itu tidak hancur melainkan menjelma seekor ular raksasa yang kemudian hidup secara gaib dan menjadi penjaga kawasan tersebut. Selama tapanya, terjadi banyak peristiwa alam yang luar biasa sehingga di sepanjang aliran sungai muncul lima buah curug yang airnya memancar menyerupai upacara saweran. Itulah sebabnya, kelima rangkaian curug ini dinamakan Curug Sawer. – source.


Trip selanjutnya adalah Danau Situ Gunung, sayang dilewatkan karena lokasinya berdekatan. Benar saja kata warga setempat, suasana akan lebih mantap terasa setelah dari curug sawer baru ke danau. Segarnya lebih terasa

Danau Situ Gunung
Panorama Danau Situ Gunung

Menurut cerita, danau ini dibuat oleh bangsawan Mataram Rangga Jagad Syahadana, yang akhirnya dikenal sebagai Mbah Jalun. Dia merupakan buronan belanda yang lari dari Kerajaan Mataran karena diburu penjajah pada abad 1800-an. Setelah bersembunyi di beberapa kesultanan Jawa Tengah, akhirnya Mbah Jalun menetap di Kesultanan Banten.

Sebelum ke Sukabumi, menurut legenda, Mbah Jalun memperistri perempuan asal Kuningan Jawa Barat. Jalur keberangkatannya sendiri melalui Cianjur. Karena masih menjadi buron Belanda, jalan yang dilaluinya lebih banyak membuka hutan di pegunungan. Salah satu jalan yang dibukanya adalah jalan lewat Gunung Gede dan Pangrango.

Perjalanan ini penuh tantangan alam, seperti jalan yang berliku dan hutan lebat yang dihuni binatang buas. Setelah lama berjalan dengan istrinya, Mbah Jalun akhirnya berhenti di suatu lembah yang dialiri sungai yang jernih airnya. Ia pun memutuskan menetap di daerah tersebut.

Beberapa tahun kemudian, yakni pada tahun 1814, pasangan itu dikaruniai seorang putra yang diberinama Rangga Jaka Lulunta. Sebagai wujud syukur atas kelahiran anaknya, ia membangun danau kecil dalam waktu tujuh hari dengan peralatan sederhana, seperti kulit kerbau sebagai alat pengangkut tanah. Selesai dibuat, ia menamai danau itu Situ Gunung, artinya danau yang ada di gunung.

Namun, Belanda akhirnya mencium keberadaan Situ Gunung dan sangat takjub saat melihat keindahan danau buatan itu, apalagi ketika tahu danau itu dibuat oleh seorang buronan.

Situ Gunung

Well itu cerita singkat tentang tempat wisata ini, kami pun melanjutkan explore sukabumi ke kota untuk melihat seperti apa kota sukabumi dan melanjutkan perjalan pulang. Selalu ingat ..

Take nothing but picture, Leave nothing but foot print, Kill nothing but time.

Iklan

Good People write good comments ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s